Penulis: Jeffrey L. Cruikshank
Tebal: 292 halaman
Penerbit: Esensi (Erlangga Group), 2007

apple-way Belum lama ini perusahaan komputer Apple kembali mengeluarkan produk terbarunya: iPad. Dan seperti iPod dan iPhone, iPad hadir sebagai produk teknologi yang merepresentasikan kecanggihan teknologi, kemudahan penggunaan, dan keindahan desain. Bagaimana Apple mampu menghasilkan produk-produk inovatif sekaligus menciptakan penggemar-pengemar fanatik? Filosofi apa yang ada dianut Steve Jobs, sang CEO? Bagaimana perjalanan jatuh bangun Apple sejak pertama kali berdiri?

Jika kita melihat betapa kemilaunya Apple hari ini, maka dari buku ini kita belajar semuanya tidak terjadi dalam satu malam. Perusahaan yang berdiri pada 1976 dan dipelopori oleh Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Gerald Wayne ini mengalami jatuh bangun berkali-kali. Apple pernah gagal memasarkan berbagai produknya, tapi tidak menyerah. Apple bahkan pernah memecat pendirinya sendiri, Steve Jobs, pada 1986 sebelum ia kembali pada 1997. Apple pun pernah berniat memproduksi semuanya sendiri, baik software maupun hardware, sebelum ia menyadari harus bekerja sama dengan perusahaan raksasa lain seperti Intel dan Microsoft. Membaca kisah Apple layaknya menyaksikan perusahaan yang tidak takut mengambil risiko dan terus belajar.

Beberapa pelajaran manajemen dari Apple antara lain kecerdikan menemukan masa depan, menciptakan konsistensi dan kontinuitas produk, menghasilkan desain terbaik, menjaga permata keluarga dari pesaing, dan mempertahankan kekerenan. Pelajaran-pelajaran manajemen yang dikemukakan tentu sesuai dengan dunia industri yang ditekuni Apple, yakni industri teknologi software dan hardware yang serba cepat berubah dengan banyak pesaing.

Buku setebal hampir 300 halaman ini diperuntukkan khususnya kepada para manajer yang ingin belajar dari strategi Apple dalam tumbuh dan berkembang sebagai perusahaan teknologi yang inovatif. Di samping pelajaran manajemen, kisah pantang menyerah Apple berikut sejarah perseteruannya dengan Microsoft pun cukup menarik untuk disimak. Apalagi dengan kenyataan bahwa Apple punya peran penting dalam membentuk wajah dunia komputer personal kita hari ini.

Kutipan favorit saya di buku ini adalah bagian yang menceritakan bahwa orang-orang terbaik di bidang komputer di San Fransisco/Berkeley/Bay Area pada tahun 70-an dan 80-an mayoritas adalah penyair, penulis, dan musisi. Mereka menemukan komputer sebagai media baru untuk menyalurkan kreativitas mereka. Wujud kreativitas itu adalah karya-karya yang berangkat dari pemikiran mendalam tentang masalah-masalah sosial. Karya-karya yang dibuat dengan penuh apresiasi, ekspresi, dan gairah layaknya penyair atau pelukis ini akhirnya dapat bermanfaat bagi orang lain.

Tagged with:
 

2 Responses to Buku: The Apple Way – 12 Pelajaran Manajemen Dari Perusahaan Paling Inovatif Di Dunia

  1. anita says:

    buku nya terjemahan ya Gung,
    gaya terjemah buku nya bagus ga?

  2. Agung says:

    @anita: ya, terjemahan. Gak sebagus “Outliers”, ada yang gak pas terjemahannya. Tapi agak kebantu dari gaya penulisan penulisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>