Kalau ada orang yang rajin berenang, mungkin ada alasan selain menjaga kebugaran tubuh. Salah satunya bisa jadi menjaga kesehatan telinga. Menjaga dari apa? Dari budek. Hehehe.

Serumen a.k.a kotoran telinga, jika dibiarkan lama-lama seperti tabungan. Menjadi bukit. Kalau sudah jadi bukit, suara paling keras sekalipun bisa terdengar lembut dan sayup-sayup. Tidak disarankan membersihkannya dengan cotton bud yang beresiko menimbulkan luka, lalu infeksi. Walaupun rasanya geli-geli bikin merem-melek. Cara paling aman adalah dengan menggunakan shower atau sekalian olahraga: berenang.

Kalau sudah perlu penanganan medis oleh dokter THT, serumen akan dikeluarkan dengan cara menyemprotkan air bertekanan lewat alat semacam jarum suntik. Jarum suntiknya diganti pipa kecil untuk jalan keluar air tadi. Air akan mendorong serumen keluar, lalu nampaklah harta karun itu. Hihihi. Cara lain adalah cara kering dengan alat korek kuping khusus dokter THT. Cara yang kedua ini lebih berpotensi menimbulkan luka dan nyeri daripada yang pertama.

Bagi sebagian orang, sekresi kelenjar di balik daun telinga itu lebih banyak dibanding orang lain. Mungkin sama seperti orang yang kulitnya berminyak. Sekresi kelenjar minyaknya lebih banyak daripada yang berkulit kering. Tidak ada obat khusus, solusinya mau tak mau harus rajin dibersihkan.

Jadi, lebih baik pencegahan daripada terpaksa dilakukan tindakan medis. Sekali 3 bulan katanya cukup untuk menjaga kebersihan itu. Tentu lebih sering lebih baik. Renang dengan gaya bebas akan lebih mengoptimalkan proses pembersihan ini. Mari kita lebih sering berenang. Dan kalau sesekali waktu terminum air kolam, silakan sambil dibayangkan kandungan tambahan air itu. Hoek.

Photo credit: [1]

Tagged with:
 

2 Responses to Swimming for Ears

  1. arifromdhoni says:

    Hm, katanya ada penyakit yg sering hinggap di telinga perenang, kayak jamuran gitu. Kan klo air masuk jd lembab tuh, klo ga dikeringin kn jd sarang jamur. CMIIW. :)

  2. Agung says:

    Oh bisa jadi ya kalau perenang yang tiap hari berenang itu. Tapi kalau kita yang sesekali, aman kali yaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>