Write what you do and do what you write.

Pesan singkat padat yang pernah disampaikan di kampus ini sebenarnya sangat mempermudah hidup kita. Coba saja bila tidak dijalankan, terutama untuk masalah pekerjaan, bisa-bisa menimbulkan ‘kekacauan dunia’. Eh, kayanya memang jarang dikerjain, deng. Hehehe. Makanya tidak heran jika sering terjadi ‘huru hara’ dan ‘keributan’ yang seharusnya tidak perlu hanya karena kita miskin dokumentasi.

Godaan terbesar dari dokumentasi adalah ‘keberhasilan’ dan ‘deadline’.

Ya, kalau sudah ‘jalan’, ngapain repot-repot mendokumentasikan prosesnya? Toh, sudah berhasil ini. Nanti kalau ada yang tanya, ya gampang, tinggal saya jelaskan. Eh, itupun kalau ingat, ya. Lagipula, saya sudah berhadapan dengan pekerjaan berikutnya. Mana lah sempat mundur lagi ke belakang hanya untuk menceritakan ulang. Di mana-mana maju itu ke depan, bukang ke belakang. Sori jek, argumen mulai tidak nyambung.

Memang tidak mudah mengubah wujud tacit (praktek) menjadi explicit (berwujud, terstruktur) knowledge. Namun tanpa proses itu, kita akan mengalami hambatan dalam knowledge management. Transformasi tacit menjadi explicit, dan demikian sebaliknya, saling menguatkan satu sama lain. Pengalaman praktis yang terdokumentasi akan menjadi pijakan untuk mengembangkan pengalaman praktis berikutnya yang lebih maju. Spiral pengetahuan praktis dan eksplisit yang terus berjalan ini akan membangun pohon pengetahuan kita semakin besar setiap harinya. Demikian sebaliknya, sulit berharap pohon pengetahuan kita membesar jika kita kehilangan dua siklus penting ini.

Oleh karena sifat akumulasi kedua pengetahuan tersebut, maka kakas yang kita butuhkan pun seharusnya mendukung pencatatan yang dapat dirunut sesuai urutan kronologis berikut kontributornya. Versioning istilah kerennya. Sebagai contoh, CVS, SVN, atau Git menjadi kakas wajib untuk aplikasi-aplikasi yang dikerjakan beramai-ramai. Model lainnya semacam ensiklopedia keroyokan ala Wikipedia atau variannya, WikiHow. Histori dan pelakunya jelas sehingga mudah dirunut proses pertumbuhan pengetahuan yang terjadi. Tanpa kakas yang memadai, sulit dibayangkan aplikasi yang kompleks dapat terus dibangun. Risikonya beragam mulai dari dua orang yang saling menimpa pekerjaan masing-masing sampai aplikasi yang berhenti dikembangkan karena programmernya pergi bersama seluruh pengetahuan yang hanya tersimpan di kepalanya saja.

Apa kita masih lebih menyukai berbicara daripada menulis? Sebagai contoh, yang memenuhi FB dan Twitter pun sebagian besar adalah bahasa lisan yang ditulis. Ini juga yang ditenggarai menyebabkan blog, yang menuntut empunya membuat tulisan utuh, kehilangan pamor dibanding update status atau kicauan twit. Di milis-milis tertentu juga sering ada peraturan untuk mencari pertanyaan yang akan diajukan di arsip terlebih dahulu sebelum melemparkan pertanyaan ke milis. Seringkali anggota baru segera melemparkan pertanyaan yang sudah pernah dijawab sebelumnya sehingga penghuni lama merasa terganggu dengan pengulangan pertanyaan. Kecenderungan kita adalah bertanya langsung daripada mencari dan membaca yang sudah ada. Atau mungkin juga kita merasa lebih cepat belajar dan mengerti jika dijelaskan langsung oleh orang lain daripada membaca referensi. Apalagi jika referensinya tidak KISS alias bahasanya mbulet.

Dalam kuadran urgensi dan prioritas, perkara tulis menulis ini setidaknnya masuk dalam kategori PENTING tapi TIDAK MENDESAK. Kita TAHU itu penting, tapi berhubung tidak mendesak, ya… bagaimana nanti saja lah, toh masih ada waktu. Begini nih jika terbiasa deadliners :-P Kalau sudah begini, siap-siap saja dengan kerja ‘ronda’ dan menerima ‘kejutan-kejutan’. Lagipula, siapa coba yang tidak suka diberi kejutan. Bunyinya begini, “Surprise! Anda baru saja menimpa versi baru dengan versi lama dan Anda tidak punya backup. Have a nice day!”.

RenĂ© Descartes bilang “Cogito Ergo Sum”. Aku Berpikir maka Aku Ada.
Yang lain bilang “Scribo Ergo Sum”. Aku Menulis maka Aku Ada.
Ah, ada-ada saja.

Photo credit: [1],[2]

Tagged with:
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>