Setelah beberapa kali hanya mampu membaca reportase jelajah geotrek di Pikiran Rakyat, akhirnya saya berkesempatan untuk mengikuti gelaran keempatnya. Pada acara yang diadakan hari Sabtu, 12 Februari 2011 kemarin, kami mengadakan perjalanan napak tilas sejarah terbentuknya kawasan Situ Lembang yang merupakan bagian dari kaldera Gunung Sunda.

Perkiraan terjadinya letusan Gunung Sunda yang pertama hingga ketiga yang menjadi asal usul Gunung Tangkuban Perahu dapat dibaca di brosur berikut ini:


Acara yang diselenggarakan oleh komunitas Mata Bumi ini terasa sebagai rekreasi yang edukatif. Hal ini disebabkan adanya pembimbing perjalanan (kaya haji aja ada pembimbingnya, hehe…) alias interpreter, yakni Pak Bachtiar dan Pak Budi Brahmantyo yang dengan senang hati menjelaskan berbagai bentang alam yang kami temui sepanjang perjalanan. Dengan informasi ilmiah yang dipadu dengan cerita rakyat, kami jadi lebih banyak tahu tentang alam sekitar Gunung Tangkuban Perahu ini. Walaupun di akhir acara tidak semua kuis dapat saya jawab (juga karena beberapa pertanyaannya ada yang garing, hehe…), tapi perjalanan singkat napak tilas kemarin sungguh membuat saya merasa makin tidak tahu apa-apa selama tinggal tak jauh dari kaki Gunung Sunda purba.

Perjalanan riang kami yang dimulai dari kampus UPI pukul 07.00 WIB (yang sempat dua kali salah arah, hehe…) terbayar sudah saat menyaksikan air yang menghampar tepat di Situ Lembang. Tak terbayang dahulu kala tempat kami berdiri tersebut dulunya adalah bagian dari dapur magma Gunung Sunda. Air seluas mata memandang, hijaunya pepohonan dan rerumputan, serta angin yang menari-nari membuat semua lelah sirna. Kami menghabiskan waktu melepas pandangan sejauh mungkin, mengamati setiap jengkal keindahan yang diturunkan Allah ke bumi Sunda. Di ujung Timur kami menatap Tangkuban Perahu, dan di utaranya kami menghadap ke Gunung Wayang. Sungguh momen yang sangat indah untuk diabadikan dengan… berfoto! (Hehehe…nggak di kota nggak di gunung, foto terusss :P )

Pak Bachtiar berpesan agar setidaknya ada karya yang bisa dihasilkan dari perjalanan ini. Jikalau ada seorang ibu yang mampu menguntai puisi berbahasa Sunda (yang saya tidak mengerti, hehe…) dan membacakannya di akhir perjalanan, saya pun tak mau kalah membuat apa yang saya bisa. Sketsa kenang-kenangan dari geotrek Kaldera Gunung Sunda.

Pintu Air Situ Lembang

Masih banyak rasanya yang ingin dijelajahi dari bentang alam Jawa Barat yang luar biasa ini. Semakin banyak yang kita lihat, semakin banyak yang kita tidak tahu. Semoga semakin besar pula rasa syukur kita terhadap bumi ini dengan terus berusaha menjaga kelestariannya. Jikalau ada kesempatan geotrek babak berikutnya, jelas tidak rugi untuk ikut bergabung. Selain bisa melepaskan diri dari kehidupan kota, acara ini pun jelas menambah teman dan kenalan. Siapa sangka bertemu paguyuban alumni SMU angkatan jauh di atas, pengusaha properti asal Lampung, sampai seorang bapak yang masih hobi ke gunung di usianya yang sudah kepala tujuh (wow!). Well, sampai jumpa di tujuan berikutnya, kalau tidak salah kemungkinan ke Gunung Papandayan. Wanna join? :)

Tautan:

  1. Berita di Pikiran Rakyat
  2. Salah satu galeri foto Geotrek Gunung Sunda
  3. Salah dua galeri foto Geotrek Gunung Sunda

Tagged with:
 

6 Responses to Jelajah Geotrek Kaldera Gunung Sunda

  1. arry says:

    wah masih semangat gung, dengan aktivitas alam ‘liar’ gini, gimana bisa join?

  2. Agung says:

    @arry: masa kalah sama kakek 10 cucu ry yg umurnya udah 72, hehe… Itu ada link FBnya Mata Bumi, kayanya 2 bulan lagi ada even berikutnya… ikutan aja.

  3. Yudha P Sunandar says:

    ngak ada fitur untuk “like” postingan, yah? hehehe.
    nice post & adventure, mas :-)

  4. Agung says:

    @Yudha: Gak ada Yud, biar ngasih komen sekalian, wkwkwk, thanks.

  5. yusako says:

    seru.seru.seru! :p

  6. Agung says:

    @yusako: he.he.he!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>