Kebutuhan saya adalah laptop/netbook/notebook yang fungsi utamanya untuk menulis / aplikasi office dan cukup ringan untuk dibawa-bawa. Bukan untuk game atau pemrosesan grafis.

Berikut alasan Fujitsu Lifeboook PH521 terpiilih menjadi pemenangnya dibandingkan dengan Lenovo S200, Lenovo S206, Lenovo S205, HP Pavilion dm1-3106AU, dan HP Pavilion dm1-4000AU.

Harga dan spesifikasi mengacu pada harga di Bandung Electronic Center per tanggal 23-24 Agustus 2012.


Lenovo S200

Fujitsu Lifebook PH521
Lenovo S206
Lenovo S205

HP Pavilion dm1-3106AU

HP Pavilion dm1-4000AU

Harga

Semua netbook/notebook dengan spesifikasi layar 10”-11” dan prosesor 1-1,8 GHz keluaran 2011/2012 dengan merk-merk semacam Asus, Acer, HP, Dell, Lenovo, Fujitsu dihargai 2,5-4 juta rupiah. Di luar itu ada merk lain seperti MSI, Axioo, Zyrex atau Wearnes yang lebih murah, namun pertimbangan kualitas dan layanan purna jual juga patut diperhitungkan. Bagi saya yang disebut belakangan masih kurang sreg untuk dua faktor tadi. Yang lebih mahal contohnya Apple Macbook Air 11′’. Tapi sayang mahalnya kejauhan Senyum

Saya tidak terlalu sreg dengan merk Acer, terutama dengan keyboardnya. Sedangkan untuk merk Asus, saya tidak menemukan tipe yang sesuai dengan kebutuhan.

Seri HP dm1 3106 AU dan 4000 AU sedang harga SALE, cukup 3,1 juta dan 3,2 juta sudah dapat Windows 7 Starter dan Home Basic.

Sistem Operasi

Perlu diperhatikan juga bahwa harga yang dimaksud sudah mencakup sistem operasi ORIGINAL. Hanya beberapa yang sudah menyertakan Windows 7 Starter atau Home Basic. Selebihnya hanya menyertakan Free DOS dan jarang sekali yang Linux. Saya tidak menggunakan Windows 7 bajakan, sehingga kalau baru dapat Free DOS, saya harus menambahkan harga laptop tersebut sekitar 400 ribu untuk harga Windows 7 Starter. Bisa saja saya pakai Linux, tapi sudah lama saya tidak menggunakan Linux karena isu kompatibilitas dan keterbatasan aplikasi. Sempat saya baca isu lain tentang berubahnya format MBR pada hardisk yang menyebabkan beberapa distro Linux gagal untuk diinstal di laptop keluaran baru ini.

Beberapa toko menyediakan servis gratis (atau tambah 50 ribu?) untuk menginstal sistem operasi Windows 7 BAJAKAN dan aplikasi tambahan. Maklum, bagi konsumen yang belum peduli menggunakan Windows berlisensi, mereka maunya beli laptop tahu beres berikut Windows 7, Microsoft Office, WinAmp, sampai Adobe Photoshop.

Sebagai catatan, katanya seri Pavilion juga sudah menyertakan Office 2010 starter dan beberapa apllikasi bawaan HP. Sebuah nilai tambah bagi yang merasa software berlisensi itu penting dan menenangkan Senyum

Ada yang menyertakan driver dan ada yang tidak, alias harus mengunduh sendiri.

Layar

Awalnya sempat terpikir untuk memilih 10′’, apalagi setelah melihat tampilan dan kenyamanan keyboard Lenovo S200 warna putih. Setelah googling lagi, nampaknya ukuran layar 10” dirasa tidak nyaman untuk digunakan dalam waktu lama. Mata akan mudah lelah sampai terpicing-picing dibuatnya *lebay.

Prosesor

Mayoritas bisa dipacu mulai 1-1,8 Ghz. Yang berprosesor Intel relatif lebih mahal daripada AMD. Lenovo S206 seri tertentu, walaupun tampilannya amboy, tapi sayang masih menggunakan AMD C60 yang ‘cuma’ 1GHz. Paling kencang Lenovo S200 dengan Intel Atom N2800 1,8GHz. Selebihnya menggunakan AMD E350 1,6 GHz (HP Pavilion dm1-3106 AU) dan AMD E450 1,65 GHz (HP Pavilion dm1-4000 AU).

Hardisk dan Memori

Hanya Lenovo S200 dan HP Pavilion dm1-4000 AU yang memasang 500 GB, selebihnya 320 GB. Yang disebut belakangan sebenarnya sudah cukup besar dibandingkan keluaran sebelumnya yang rata-rata 250 GB, tapi gara-gara ada ukuran yang lebih besar di atasnya, hardisk ‘besar’ kelihatan kecil.

Semuanya menyertakan memori standar 2 GB.

Keyboard dan Touchpad

Urusan keyboard, Lenovo juaranya. Saya akui untuk semua keyboard di seri yang saya sebutkan di sini, seri Lenovo yang paling nyaman, terutama S205. Istilahnya AccuType untuk merujuk kenyamanan keyboard itu. Layout dan feedback keyboard waktu ditekan terasa paling nyaman. Rasanya susah lelah kalau keyboardnya senyaman Lenovo itu.

Touchpad rata-rata kecil dan tidak banyak yang bisa dikomentari. Tapi sekali lagi Lenovo S205 paling nyaman feedbacknya, terasa halus dan tidak kaku kalau dibandingkan Lenovo S200 atau Fujitsu PH521.

Sebagai catatan, seri HP Pavilion dm1-4000 AU punya masalah keyboard not responding seperti yang dilaporkan di forum seperti ini. Isu ini membuat saya yang tadinya sudah kepingin seri ini (harga SALE cukup menggiurkan untuk performa sebaik itu) jadi membatalkannya.

Port

Jangan lupa memperhatikan detail port yang disediakan.

  • Jika butuh VGA port untuk infocus dan LAN port, maka Lenovo S206 tidak menyediakannya.
  • Jika butuh USB 3.0, maka Fujitsu PH521 dan HP Pavilion tidak punya.
  • Nah, kalau mencari bluetooth, maka semua seri Lenovo yang disebutkan ini tidak menyediakannya. Tadinya saya hampir terlewat dengan bluetooth ini, untung baca di spesifikasinya. Sederhana, tapi perlu juga tuh untuk transfer data atau remote control.
  • Semuanya menyertakan port HDMI agar bisa nonton film di rumah ala bioskop mini.

Baterai

Semua, kecuali Lenovo S206 (2-cell), menggunakan baterai 6-cell yang rata-rata kuat hingga 4-5 jam pemakaian.  Walaupun 2-cell, tapi diklaim mampu bertahan 4 jam.

Berat

Harus cukup ringan dan tidak memberatkan untuk dibawa-bawa bepergian. Mayoritas mempunyai berat sekitar 1,4 Kg, kecuali Lenovo S200 yang di bawah itu dan Lenovo S205 yang sampai 1,7 Kg. Awalnya saya naksir dengan ringannya S205 sebelum ditempel baterai, tapi sayang kemudian baterainya terlalu berat.

Penampilan

Tampilan Lenovo S206 paling stylish, mirip sekali dengan desain MacBook. Selebihnya bisa dikatakan standar dengan permukaan glossy yang mudah sekali meninggalkan sidik jari itu. Yang suka desain klasik ala ThinkPad, Lenovo S205 pilihannya. HP Pavilion dm1-3106 AU entah mengapa agak tampak kurang elegan dengan warna abu-abunya, seperti kurang mantab.

Kesimpulan

Dengan semua pertimbangan ini, akhirnya diputuskan untuk membeli Fujitsu Lifebook PH521 karena ringan, layar 11”, portnya relatif lengkap, keyboardnya nyaman, dan penampilan OK. Awalnya tertarik dengan HP Pavilion dm1-4000 AU (AMD E-450, 500 GB), tapi sayang agak khawatir terkena problem keyboard yang saya sebutkan di atas.

Kekurangannya, keyboard tidak senyaman Lenovo dan belum termasuk Windows. Selain itu, Lifebook PH521 termasuk yang tidak menyertakan driver, bahkan disebutkan bahwa drivernya hanya untuk Windows 7 64 bit. Hal ini tentu masalah karena berarti Windows 7 Starter tidak dapat digunakan (32 bit), minimal harus Windows 7 Home Basic yang berharga 700 ribu-an. Untung, penjual menyediakan pelayanan instal semua driver sehingga saya tidak repot. Tinggal terima jadi Senyum

Jadi, ditambah Windows 7 Starter, harganya yang 3 juta jadi ditambah 435 ribu. Bonusnya hanya tas Fujitsu yang menurut saya di bawah standar harapan untuk merk sekelas Fujitsu. Tasnya kegedean dan nampak kurang rapi pembuatannya. Well, ada harga ada rupa, kawan Senyum Spesifikasi lengkap Fujitsu PH521 dapat dibaca di sini. Versi singkat review ini juga bisa dibaca di sini.

Foto: [1], [2], [3], [4], [5], [6

Tagged with:
 

10 Responses to Fujitsu Lifebook PH521

  1. jaka says:

    mas agung, ASUS Eee PC 1225B AMD E-450 nya kok ga di review juga??

  2. Agung says:

    @jaka: iya, saya memang nggak sempat review Asus itu, memang sekelas dengan yang di posting ini. Kalau suka merk Asus, boleh juga tuh :)

  3. shanel says:

    bro klo dibandingin sama asus 1225b, bagusan mana layarnya (kan sama2 11.6inch)yg mana lebih vivid / enak dilihat

  4. Agung says:

    Waduh, ane nggak ngebandingin sama yang Asus, bro. Fujitsu ane sih cukup nyaman, ya. Saran ane paling standar, bandingin di toko/mall komputer aja, hehehe…

  5. eko sk says:

    Mas Agus sama seperti dirimu saya dah cari2 Netbook yg 11,6
    jatuhnya ke Fujitsu PH521 alhamdullah sy dapat yg sudah diinstal OS
    Win 7 startet 32-bit sp1 Ori hrg 3.250jt di jakartanotebook.
    enaknya lg memori bisa Upgrd tanpa buka segel krn segelnya terpasang di tutupnya hehhehe hmhmmh…..salam

  6. Agung says:

    @eko: Wah, mantab tuh, mas Eko, dapat harga segitu. Kalo gitu, sama ya pilihan kita :) *kaya Pilkada aja

  7. indah says:

    mas agung instal fujitsunya dimana ya? saya juga beli PH521, tapi waktu itu installan dari tokonya bermasalah, jadi instal ulang sendiri, tapi jadinya ga maksimal.. kalau berkenan nama toko dan lantai berapa ya mas :)

  8. Agung says:

    @indah: baru beli? Tokonya ada di bon pembelian, tapi saya lagi nggak pegang. Tokonya di BEC bagian belakang, lantai pertama atau kedua dari bawah yang jual komputer, bukan HP. Waktu saya beli dia banyak pajang produk Lenovo, warna dindingnya didominasi warna merah kalo gak salah. Selamat mencari, sori kalo gak akurat infonya :)

  9. indri says:

    Mas Agung, punya driver bluetooth fujitsu ph521 utk win 7 yg 32 bit? Aku udah nyari2 ga ktemu-ktemu hikkss :(

  10. Agung says:

    @indri: hmm kayanya ga punya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>