Saya setuju sekali dengan tulisan Pak Budi ini tentang menjadi dosen. Bukan hanya senangnya mengajar, tapi harus punya konsistensi untuk selalu datang ke kelas waktu kuliah, dan melakukannya secara konsisten dari semester ke semester berikutnya.

Itu  baru aktivitas mengajar, belum lagi menyiapkan materi kuliah dan soal tes, mengoreksi hasil ujian, memasukkan nilai, konsultasi mata kuliah, sampai bimbingan tugas akhir. Tentu masih ada kegiatan administratif lainnya di luar paket kerjaan mengajar ini ditambah layanan ‘mengasuh’ mahasiswa jika diperlukan. Kalau tidak mencintai profesi ini, tentu seseorang sudah melupakan mimpinya menjadi dosen.

Saya sempat menjadi dosen luar biasa di sebuah kampus swasta di Bandung. Itulah pengalaman perdana saya sebagai dosen yang berangkat dari bayangan enaknya mengajar. Ya, sebelumnya saya berpikir sederhana bahwa mengajar itu menyenangkan. Dan memang menyenangkan. Nah, saat menjalaninya, baru ketemu dengan sekian banyak aktivitas lain yang sepaket dengan mengajar itu. Bahkan bisa dibilang kalau mengajar menghabiskan waktu paling sedikit ketimbang aktivitas lainnya.

Jadi, bagi yang mau menjadi dosen, selain dibutuhkan kecerdasan akademis, juga diperlukan kecintaan mengajar dan konsistensi menekuni aktivitas turunannya. Dan jangan lupa bahwa menjadi pengajar merupakan tugas mulia ‘mengantar’ sekian banyak orang ‘menemukan’ dirinya, mengenal dunia baru, dan berubah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Soal pendapatan memang katanya tidak sebesar kalau menjadi pegawai kantoran swasta, namun bisa saja disiasati dengan pendapatan dari usaha sampingan di luar mengajar. Toh, waktu dosen cukup fleksibel untuk bisa diatur untuk memungkinkan hal tersebut.

Jadi, mengapa tidak terus jadi dosen? Hehe, setelah menjalaninya, saya merasa ilmu saya masih kurang banyak sekali. Kesabaran dan konsistensi juga perlu banyak dilatih.  Kalau bagi Pak Budi, setiap hari kepikiran cara ‘menjerumuskan’ mahasiswa, nah kalau saya tetap jadi dosen, nanti mahasiswa saya terjerumus betulan, sampai babak belur, hehehe. Tapi tenang, saya masih merasa mengajar itu menyenangkan, hopefully someday i’ll be back Senyum

Picture: [1]

Tagged with:
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>