Siang ini kotak suratku kedatangan sebuah email. Bukan kabar gembira yang kudapat, tapi kabar penolakan  lamaranku sebelumnya. Ya, aku melamar Sitti lewat email.

Sitti ini bukan orang Padang, Sunda, apalagi Jawa. Walaupun dari namanya saja kau pasti langsung teringat pada seorang gadis Padang di novel karangan Marah Rusli. Aku bukan Datuk Maringgih yang mengajaknya kawin paksa. Bukan juga Syamsul Bahri belahan jiwanya. Aku hanya lelaki biasa yang menginginkan Sitti untuk…pasang iklan!!

Sitti adalah situs Indonesia yang menyediakan layanan beriklan seperti Google AdSense. Bedanya, Sitti khusus untuk pengiklan yang menyasar calon konsumen Indonesia, berbeda dengan Google yang layanannya global. Dengan berbasis cakupan lokal, Sitti berniat mengungguli Google dengan konten yang lebih tepat sasaran: pasar Indonesia.

Dengan mengikuti langkah demi langkah di situsnya, aku mencoba mengirim lamaran agar blogku dapat memasang iklan Sitti. Lumayan, kalau pengunjungnya ramai tentu satu-dua klik sehari bisa menambah pemasukan pasif dari blog lewat iklan. Banyak duitnya? Oh nggak, niatnya coba-coba aja, apa iya tinggal klik bisa jadi duit. Tapi sayang, niat coba-coba kayanya nggak cukup untuk melamar Sitti. Harus serius, mungkin.

Jadilah, surat ini kuterima dengan…yah, dibilang sedih sih nggak. Biasa aja. Ditolak SITTI artinya dia menilai blogku ini tidak memenuhi persyaratan untuk dipasangi iklan miliknya. Apa kurang rame pengunjungnya, isinya yang kurang menarik, atau isinya ada yang tidak sesuai dengan rule of the game nya SITTI? Entahlah.

Well, masih banyak “Sitti-Sitti” yang lain yang mau menerimaku. Makin banyak ditolak berarti makin dekat dengan kesuksesan. Gaya banget, haha. Udah ah, move on, yukk.

Tagged with:
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>