Di Manhattan, New York sana, menurut film ini, ada jasa pengantaran paket kilat via kurir bersepeda. Kelebihannya, paket lebih cepat sampai karena sepeda nggak terjebak macet di jalanan kota yang padat itu. Unik, ya, kaya tukang pos jaman baheula, cuma kayanya hanya untuk pengiriman dalam kota. Luar kota? Gemporr…

Nah, dari sekian banyak kurir itu, Wilee (Joseph Gordon-Levitt) dinobatkan sebagai yang terbaik. Sebagai lulusan jurusan hukum di Universitas Columbia, dia emoh untuk bekerja kantoran sehabis lulus. Lebih baik bebas bisa gowes sambil nyari duit, gitu kali mikirnya. Prinsipnya, “Fixed gear. No brakes. Can’t stop. Don’t want to, either”. Yup, sepedanya pakai model Fixie yang nggak pakai gigi dan rem itu. Punya hubungan spesial sama Vanessa (Dania Ramirez), yang juga disukai Manny (Wole Parks). Ketiganya sama-sama kurir bersepeda yang menerima pesanan barang dan mengirimkannya ke tujuan.

Nima (Jamie Chung), bekerja sebagai staf di Universitas tempat Wilee kuliah, yang kebetulan juga teman sekamarnya Vanessa. Suatu hari dia panik banget, dan setiap kali ditanya Vanessa bilangnya urusan pribadi. Pokoknya urusan pribadi, titik. Sambil bawa segepok duit, yang makin bikin temen sekamarnya itu penasaran, dia pergi ke salon pedicure Cina nggak jauh dari apartemennya. Ternyata oh ternyata, ada bisnis lain di balik bisnis orang Cina di sana. Layanan transfer uang untuk bayar orang yang mau diselundupin ke Amerika dari Cina. Heh?

Sistem transfer duitnya nggak modern banget, yakni dengan cara Nima menyetor USD $ 50.000, lalu duitnya ditukar karcis bioskop yang digambarin smiley. Karcis ini yang harus dikasih ke orang yang dituju agar urusan beres. Urusan apa? Ternyata Nima punya anak laki-laki di Cina yang mau diboyong ke Amerika dan secara legal ditanggung dengan visa pelajarnya. Masalahnya, Nima pernah nulis artikel tentang kebebasan Tibet dari Cina (dan diposting ke internet) yang somehow membuat keluarganya (termasuk anaknya) dicekal berpergian keluar Cina. Ngerti, ya, mengapa si anak harus diselundupin? Ini yang bikin terharu, yang membuat misi mengantarkan paket terasa begitu mulia.

Nah, karena nilai karcisnya yang mahal, sangat disarankan untuk tidak mengantarkannya seorang diri. Maka, berdasarkan saran Vanessa, Nima mempercayakan Wilee untuk mengatarkan karcis itu ke Miss Chen di China Town sebelum jam 7 malam. Sayang, paket fulus ini tercium oleh oknum polisi begajulan dan doyan judi, Bobby Monday (Michael Shannon). Namanya udah kecanduan judi (judi Cina pula, lha pasti kalah lawan orang Cina), utangnya numpuk. Lagi-lagi utang sama orang Cina. Saking banyak utangnya dan nggak mungkin bisa dicicil karena bunganya gede, ditempuh lah jalan culas untuk mencuri paket Nima dari Wilee. Di sinilah plot kejar-kejaran dan rebut-rebutan paket yang bikin Premium Rush ini seru.

Seru karena cara pengambilan gambarnya keren, bisa bikin tegang waktu lihat sepeda kebut-kebutan di jalan Manhattan yang ramai kendaraan dan orang. Sepanjang film penonton dibuat jarang istirahat, bawaannya harus cepat sampai, cepat sampai. Cepeettt! Akting Bobby di polisi jahat juga bagus. Kalau lagi normal orangnya asik, tapi kalau udah marah dan kepepet jadinya temperamental dan nggak sabaran. Tapi terasa terlalu klise setiap kali Wilee ketangkep habis kabur, pertanyaannya selalu sama, “Where’s the ticket ?!”. Dan setiap kali itu pula, dia selalu bisa dikibulin dan kelihatan lamban di depan si lincah Wilee (ingat tokoh kartun Wile E. Coyote ?). Sampai aksi kabur paling keren itu waktu lolos pakai sepeda BMX dari gudang penyimpanan sepeda punya polisi (NYPD).

Pesan moralnya adalah kalau urusan uang di New York, orang Cina jagonya. Dari urusan pinjem uang buat judi sampai urusan nyelundupin orang. Eh, itu bagus apa jelek, ya? Hehehe… Mungkin ini penyebab Nima (yang berpendidikan) itu nggak transfer antar bank, karena nominalnya melebihi limit transfer harian (buat ATM) atau khawatir aliran dana sebesar itu bisa dicurigai bank. Anyway, apakah Wilee berhasil mengantarkan paketnya dengan selamat sampai tujuan tepat waktu? Kalau itu bisa, lalu bagaimana cara Bobby membayar utang-utangnya? Pokoknya, dua masalah ini terselesaikan dengan tuntas di akhir cerita. Jangan kaget dengan nasib salah satunya, ya. Nggak percaya? Nonton aja!

Picture: [1]

Tagged with:
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>