Sebulan menjelang rencana keberangkatan umroh. Semua dokumen asli seperti paspor, akta kelahiran, kartu keluarga, dan pas foto sudah siap. Tinggal satu yang belum terpenuhi sebagai syarat sah mendapatkan visa Saudi, yakni kartu kuning. Kartu kecil berwarna kuning (terinspirasi ‘yellow’ fever?) ini adalah tanda bukti pemiliknya telah disuntik salah satu vaksin yang diwajibkan bagi jamaah umroh/haji, yakni vaksin Meningitis. Sekali suntik Rp. 250.000, berlaku 2 tahun. Nah, kalau begitu, tinggal divaksinasi, dong. Tinggal?

 

Perihal vaksin ini bisa dibilang susah-susah gampang. Pada musim haji, ketersediannya bisa dibilang mencukupi. Namun di bulan-bulan lainnya, stok dan distribusinya kurang memadai. Akibatnya, jamaah umroh yang membutuhkan vaksin ini harus sedikit bersusah payah untuk mendapatkan satu suntikan kecil di lengan itu. Bagi orang penduduk Jawa Barat dan Jakarta, vaksinasi ini dapat diperoleh di beberapa Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) laut dan udara berikut:

  • Bandara Husein Sastranegara, Bandung – (022) 6043378
  • Bandara Soekarno Hatta, Tangerang – (021) 5506068
  • Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta – (021) 8000166
  • Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta – (021) 43931045
  • Untuk Jakarta, dapat juga ke R.S. Fatmawati

Dulu, vaksinasi ini dapat juga diperoleh di tempat lain seperti di Dinas Kesehatan, tentu di bawah tangan, namun sekarang peraturan sudah lebih ketat sehingga hanya KKP tersebut yang dapat mengeluarkannya. Beberapa hari sebelum tulisan ini dibuat, stok di bandara Husein sedang kosong dan waiting list untuk mendapatkannya sudah hampir sampai urutan ke-100. Dengan antrian sepanjang itu, petugas pun tidak dapat memberikan jadwal pasti waktu ketersediaan vaksin. Alasannya sedang dilakukan pengadaan vaksin baru untuk tahun depan. Seorang ibu yang berencana berangkat umroh mengeluh, “lha, buat saya gimana kalau mau berangkat awal Januari?” Yaa, gimana lagi?? Petugas juga sama-sama angkat bahu. “Ibu coba aja telpon KKP itu, cobain satu-satu, mana yang masih tersedia vaksinnya”. Kira-kira begitu saran petugas. Entah si ibu manut atau tidak.

Kabar gembiranya, kabarnya stok di Tanjung Priok masih mencukupi, dan dapat diperoleh dengan harga yang relatif lebih murah. Tidak semahal seperempat juta seperti harga di Husein, atau di Fatmawati (Rp.160.000), di Priok cukup dengan Rp. 110.000 saja. Kendalanya, tinggal di transportasi menuju ke sana untuk orang-orang yang berada di luar Jakarta. Eh, yang dari Jakarta juga udah jauh, deng. Tapi dengan selisih harga sejauh itu, barang selangka itu, dan niat semulia itu (ibadah ke tanah suci, cuy) cukup layak rasanya untuk dikejar sampai ke sana. Perihal harga yang berbeda ini mungkin disebabkan karena biaya distribusi sampai ke lokasi-lokasi KKP ini. Entah mengapa Priok yang paling murah. Apa vaksinnya diimpor lewat laut?

Bagi yang tidak mau ribet dengan urusan pervaksinan, kartu kuning ternyata juga bisa dibeli. Ya, dibeli dan dicap bahwa yang bersangkutan sudah divaksinasi. Mengaku divaksinasi, lebih tepatnya. Kartu ini memang tidak sepaket dengan vaksin, lebih bebas di’main’kan. Untuk urusan umroh ini, agen perjalanan umroh dan wisata bisa membantu mengurus kartu tanpa vaksin ini. Biayanya lebih kurang Rp. 300.000. Hampir sama dengan yang disuntik beneran, kan? Alasan orang bisa jadi karena ogah menunggu kejelasan stok vaksin, atau yang kedua, tidak menganggap vaksin itu penting. Menganggap remeh Meningitis? Mungkin tidak, tapi sudah percaya diri dengan kondisi tubuh yang fit saat di sana. Atau mungkin ada yang meragukan status halalnya? Atau sederhana saja alasannya, takut disuntik?

Mengingat awal tahun cuaca di sana cukup dingin sehingga rawan tertular penyakit, vaksin ini buat saya jadi wajib. Enggak deng, sebenarnya karena orang tua saya cukup strict soal ini, pokoknya ya kalau umroh/haji, ya harus suntik vaksin Meningitis. Hehehe. Tapi kalau dipikir-pikir, kita akan bergabung dengan manusia dari segala penjuru dunia untuk beribadah bersama di satu tempat yang nggak seperti tempat tinggal kita. Iklim subtropis, udara naik ekstrem – turun ekstrem, dan bertemu pasir dan angin gurun. Dalam kondisi yang tidak fit, besar kemungkinan penyakit ganas virus selaput otak itu menyerang dan mengakibatkan kematian. Walaupun kita menyisipkan doa kalau bisa nyawa dicabut saat sedang beribadah di Masjidil Haram, tapi langkah penjagaan kesehatan tetap nomor satu. Bukan begitu? Terutama buat saya, sih, yang berharap semoga fisik ini kuat di sana. Maklum, saat tulisan ini dibuat, sedang libur sakit akibat kurang tidur berjodoh dengan hujan yang sedang rajin-rajinnya.

Nah, cerita saya lain lagi. Karena stok Husein kosong, begitu pula Dinas Kesehatan, maka saat itu belum terpikir ke mana lagi akan mencari. Tapi kawan, kukatakan kepadamu, yang namanya doa ibu itu manjur bukan kepalang. Seperti deras dan awetnya hujan Bandung hari-hari ini, semuanya pasti basah, pasti ada jalan. Singkat cerita, dapatlah ibu saya berkenalan dengan seorang bidan dari Puskesmas sekitar rumah yang teringat bahwa ada sisa SATU vaksin Meningitis dari seorang jamaah Haji yang berangkat beberapa bulan sebelumnya. Karena satu dan lain hal, seorang jamaah tersebut disuntik di bandara, tidak menggunakan jatah miliknya yang ada di puskesmas. Alhasil, SATU vaksin itu menganggur, sampai ditemukan oleh ibu saya. Seharusnya kelebihan vaksin ini dikembalikan ke dinas kesehatan, namun mungkin belum sempat. Atau mungkin karena sudah rejeki ibu. Alhamdulillah Senyum 

Oya, ada vaksin satu lagi, yakni vaksin flu. Yang ini tidak wajib seperti Meningitis. Pun berlakunya lebih singkat, yakni 6 bulan dan harganya Rp. 150.000. Mau ambil boleh, nggak juga nggak dilarang. Kalau merasa daya tahan tubuh OK, mungkin yang ini bisa dilewat. Tapi kalau cuaca sedang dingin di sana, lebih baik tubuh diproteksi dengan menambah satu suntikan lagi di lengan yang satunya. Ini ceritanya satu lengan sudah disuntik Meningitis, kan kalau disuntik lagi tempatnya di lengan yang lain. Halah, gini aja kok dibahas.

Berhubung saya tidak disuntik di KKP, maka saya harus melengkapi diri dengan surat dari kepala Puskesmas yang menyatakan resminya penyuntikan tersebut. Itu pun dilengkapi dengan botol vaksin (yang untungnya belum dibuang) dan stiker dari botol vaksin untuk ditempelkan ke buku kuning. Bisa jadi cara yang kami kerjakan ini nanti-nantinya sudah tidak dapat dilakukan lagi karena semakin ketatnya distribusi vaksin. Ah, masa? Mungkin seperti kata ibu saya, “Coba aja yang berangkat Gubernur, pasti ada vaksinnya”. Saya cuma nyengir.

Tagged with:
 

25 Responses to Vaksin Terakhir ke Saudi

  1. dila says:

    Kalo boleh tau, syarat untuk suntik bawa apa aja ya yang untuk d bandara? Foto copy passport dan pas foto ?apa ada yang lain. Trima kasih.

  2. Agung says:

    @dila: Seinget saya itu cukup. Kontak dulu aja ke bandaranya, untuk cek stok vaksin dan persyaratan yang diperlukan. Semoga membantu. Thanks.

  3. setiya says:

    Wah.. Alhamdulillaah buanget itu ms..
    Saya bolak balik ke KKP solo dari bulan November. Mpe tlp jg ke KKP semarang. Alhamdulillaah bisa suntik di KKP solo tgl 17 januari 2013.
    Utk solo vaksin miningitis dan influenza dah satu paket dgn harga 285 ribu.. Untuk saya masih harus nambah tes kehamilan 25 ribu..
    Padahal brgkt kan tgl 29 januari 2013. Mepet banget kan?

  4. Furkam says:

    Terima kasih infonya mas. Tapi ngomong2 kenapa di Bandung harganya vaksinnya paling mahal ya? Di Solo saja yang harusnya lebih mahal, 285rb sudah termasuk vaksinasi influenza, di Bandung 300 rb cuma miningitis.
    Apa vaksinnya lebih baik, apa orang Bandung dianggap banyak uang, atau KKP Bandung korup??

  5. Agung says:

    @setiya: walah, ada tes kehamilan segala? Baru denger, tuh…

  6. Agung says:

    @Furkam: Hmmm… kurang tahu, ya. Saya kira kualitas vaksinnya sudah standard, ya. Mungkin ada biaya lain-lain yang bikin vaksinnya jadi lebih mahal. Toh, sepertinya juga orang akan berani bayar karena udah jadi persyaratan wajib dan judulnya untuk ‘ibadah’ pula. Nobody complains, too :)

  7. setiya says:

    @mas furkam, sy jg Ga tahu knp solo lebih murah. Utk semarang kyknya sama jg dengan yg di bandung.. Saudara sy thn kemarin naek haji jg hrus nambah 150RB utk vaksin influenza..
    Tp kt petugas KKP solo utk wkt bulan januari kmrn bilang klo bulan depan biaya dah naek jd 400an RB..

  8. setiya says:

    @ms agung, iyaa.. Utk perempuan usia produktif diwajibkan test kehamilan juga..
    Oh ya, kmrn kita yg dari solo malah megang 2 kartu kuning..
    bln desember akhir kita blm dpt jadwal utk suntik, padahal itu sbg syarat utk daftar umroh, akhirnya dari pihak Biro kasih usul klo kartu miningitis dibuatkan di jkt kita tinggal bayar 250 RB.tp ibu saya kekeh Ga mau. karena sbg syarat akhirnya Biro membuatkan dan diserahkan tgl 29 januari di jkt, tp kita Ga ditarik biaya..

  9. ayu says:

    cuma mo nambahin dikit kenapa harus test kehamilan dulu buat wus (wanita usia subur) soalnya kontraindikasi vaksin meningitis adalah kehamilan, krna dari hasil penelitian bisa bikin cacat janin :)

  10. setiya says:

    Mb ayu : ooooo begitu to Mb.. hmmmm.. Oke..oke.. Thx yax..

  11. moko says:

    mbak setiya,alamat KKP di solo mana mbak.saya mau vaksin yellow fwvwr ada gak ya mbak,thanks

  12. setiya says:

    ms@moko, KKP solo ada di barat bandara ms.. Dekat SMP Ngemplak.
    Klo mo tlp di 0271780203. Ato hub.i bpk rifai (pegawai sana) 081226233060. Coz kadang tlp KKP ga diangkat krn repot.makanya bpk rifai mberi no hp nya.
    Bs jg menanyakan d KKP Semarang, 0243543424

  13. nurul says:

    baarokalloh… infonya sangat bermanfaat. setelah baca tulisan ini saya langsung telepon kkp bdg tanya stok vaksin. voila! alhamdulillah masih banyak stoknya. insyaalloh jumat ini kedua ortu divaksinasi, untuk keberangkat umroh tgl 2 juni 2013. jazakallahu :)

  14. Agung says:

    @nurul: Alhamdulillah! Semoga mambrur umrohnya :)

  15. meyla says:

    alhamdulillah nemu blog-nya mas agung. saya dari minggu lalu nyari2 info soal suntik vaksin ini =.=

    insya allah nanti bulan ramadhan saya juga mau umroh…makanya mau ngurus urusan suntik menyuntik ini dari sekarang biar ga keabisan stok.

    terimakasih ^^

  16. Agung says:

    @meyla: Alhamdulillah kalo manfaat, semoga umrahnya mabrur :) Seminggu baru ketemu? Hmm lama juga ya Google sampe di blog ini.

  17. salma says:

    @agung: kalau mau suntik vaksin influenza bisanya di mana di daerah Bandung selain di KKP Husein Sastranegara. Mohon info. tks

  18. Agung says:

    @salma: Setahu saya, tidak ada tempat lain selain di Husein. Thx.

  19. Moch.Budiman says:

    Just info:
    Salam,
    Hari ini, 7 Januari 2014, di Bandara Husein Bandung.
    Istri saya (41th) telah memenuhi persyaratan Umroh, dengan mengeluarkan investasi, untuk:
    Biaya vaksin Meningitis = Rp. 260.000,00
    Biaya vaksin Infleunza = Rp. 150.000,00
    Biaya Tes Kehamilan = Rp. 25.000,00
    Subtotal = Rp. 435.000,00 (wajib)
    Biaya pendaftaran = Rp. 20.000,00
    Total = Rp. 455.000,00
    ===============================
    Mukin berguna bagi saudara sesama muslim yang ingin berangkat haji atau umroh, untuk menyiapkan anggarannya.

    Bagaimana dengan biaya/harga di kota lain ?

  20. Bony says:

    Untuk Mas Moch. Budiman, tq infonya… Sedikit mw tanya nih? Brp lama nunggu & antrinya? Ketersediaanya vaksin meningitisnya aman kah?

  21. Bony says:

    Tq y mas agung….

  22. Chepy Rahmat says:

    Mas, kalau alamat yang di Tanjung priok itu lengkapnya dmana untuk vaksin yellow fever…

  23. kriskhiar says:

    barakallah sangat bermanfaat sekali infonya,,
    bbrp wktu yang lalu saya vaksin menginitis di rumah vaksin kena 450rb klo gasalah..
    krn deket dengan tempat tinggal drpd harus jauh2 ke kpp tanjung priuk,rs fatmawati ato ke rd haji pondok gede,,
    pas di imigrasi dapet info di rs haji pondok gede sekitar 260an,,

  24. Novita says:

    Haduuh sy telat bgt baca postingannya. Kebetulan suami sy skr jadi kepala KKP Bandung. Seharusnya biaya untuk vaksin meningitis dimana mana sama, krn sdh ada SK PNBPnya. Itu kan disetor ke negara lg. Seperti tulisan bpk Moch. Budiman, bener segitu besarnya. Klo ada yg tidak berkenan bs langsung ditanyakan ke KKP Bandung di Bandara Husein telp 022 6043378. Trims

  25. Agung says:

    @Novita: Terima kasih infonya, Bu. Silakan bagi yang hendak melaporkan kalau2 harga vaksinnya kelewat mahal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>