Source: http://www.portal22.net

Belum genap 2 tahun menghuni ibukota, sudah 2 penyakit menular yang mampir, yang belum pernah saya alami sebelumnya, yakni campak dan cacar (varicella).

Kedua-duanya sama-sama disebabkan virus, menulari saya lewat udara (pernapasan), ditandai demam, dan menyerang saat daya tahan tubuh sedang lemah. Satu lagi, keduanya sama-sama meninggalkan tanda yang familiar di kulit seluruh tubuh. Bedanya, campak hanya muncul dalam bintik-bintik merah di bawah kulit seperti biang keringat. Tidak sampai menimbulkan bentol-bentol berisi cairan getah bening seperti cacar.

Sejujurnya, cacar lebih parah serangannya daripada campak. Kalau campak, saya masih kuat ke luar rumah dan tidur nyenyak. Cacar? Ya Allah, rasanya demam lebih lama, nafsu makan randah, dan susah gerak. Bayangkan, kalau sekujur tubuh muncul bentol-bentol berbagai ukuran yang nyeri kalau tersentuh (apalagi kalau tergencet), maka bisa tidur nyenyak itu adalah nikmat luar biasa. Selain menyerang fisik, cacar ini sungguh sukses menyerang psikis. Sudah sakit, lihat badan penuh bentol-bentol itu jelas tidak enak. Maka penderita cacar biasanya juga terserang sebuah alergi yang khas: alergi lihat cermin.

Masya Allah, mulai hari kedua cacar mengganas sungguh tak terlupakan. Di balik cermin saya melihat sosok yang tak pernah saya lihat sebelumnya. Saya berimajinasi mirip korban keracunan virus di film-film yang sedang bermutasi jadi kadal. Kulitnya bertransformasi dari kulit manusia jadi kulit reptil yang banyak gelembung. Saya berdoa semoga perempuan-perempuan manis di luar sana dijauhkan dari penyakit ini karena efek penurunan penampilan kecantikan yang ditimbulkannya bisa cukup dahsyat. Apalagi bagi yang baru mengalaminya di usia dewasa, waktu sembuhnya lebih lama dan bekas-bekasnya di kulit lebih lama hilangnya. Rata-rata 3 minggu semua gelembung baru mengering, dimulai dari minggu kedua, tergantung daya tahan tubuh yang melawan balik si virus.

Setelah terjangkit, usahakan segera mendapatkan pertolongan medis ke dokter. Tidak harus ke rumah sakit jika jauh, ke praktek dokter umum di klinik juga bisa. Biasanya akan diberi obat Acyclovir untuk menghentikan laju penyerangan virus varicella di dalam tubuh. Obat ini diminum tiap 4 jam sekali, jadi kira-kira 5 kali sehari. Udah mirip sholat aja nih obat. Obat lainnya biasanya untuk menurunkan panas dan mengobati kulit yang terinfeksi.

Jika demam sudah reda, dianjurkan untuk tetap mandi untuk menjaga kebersihan kulit dari kuman yang bisa menyebabkan infeksi. Awalnya kulit masih bisa disabuni, tapi lama-lama sudah nggak kuat dengan nyeri dan khawatir gelembung pecah. Maka cara darurat dengan cara mandi dengan air yang sudah dicampur disinfektan seperti Dettol. Paling enak tentu air hangat, bukan air dingin.

Biasanya untuk mencegah gatal dan mempercepat keringnya gelembung, diberi bedak atau salep agar lebih menempel di kulit. Bedak seperti Salicyl cukup umum digunakan. Namun tantangan lainnya, adalah butuh waktu untuk menaburkan bedak ini ke seluruh tubuh. Iya dong, lha bentol-bentolnya kan di mana-mana, dari ujung dahi sampai ujung kaki. Bagian kaki muncul belakangan daripada tangan, dada, punggung, dan wajah. Jadi, keringnya juga paling akhir.

Sekarang sudah lewat 3 minggu sejak hari pertama terinfeksi. Kondisi saya jauh lebih baik dan Alhamdulillah semua gelembung sudah mengering dan sebagian besar sudah terkelupas. Memang, kini antibodi sudah terbentuk untuk melawan virus yang sama jika kelak datang menyerang (naudzubillah). Namun yang saya baca, virus ini tidaklah pergi dari tubuh. Dia bersembunyi dan tidur, tapi tidak mati. Serem amat sih gaya hidupnya, tidur selamanya aja ya, jangan bangun-bangun.

Berhubung penyakit ini menular, maka beberapa hal perlu diperhatikan agar tidak menulari orang lain. Pakaian, dan alat makan dicuci terpisah. Begitu pula dengan alat mandi yang sebaiknya juga eksklusif untuk si penderita. Orang lain pun, jika satu rumah, juga harus menjaga daya tahan tubuhnya masing-masing. Jangan sampai kecapaian dan rawan diserang penyakit. Kalau daya tahan tubuh prima, rasanya virus dan penyakit juga tidak cukup kuat untuk menyebabkan penyakit. Fase penularan yang paling kuat katanya justru saat gelembung mengering.

Nah, bagi yang hidup merantau dari keluarga, terserang cacar memang merepotkan. Semua harus disiapkan sendiri dalam keadaan tubuh sedang sakit dan berat keluar rumah. Kalau bisa pulang, pulanglah, itu lebih baik karena beban melawan penyakit jauh lebih ringan. Asal orang rumah disiapkan agar tidak mudah tertular. Bagi yang mau dirawat inap, lakukanlah. Asal ada asuransi yang bayarin, karena lumayan lama :p

Semoga sakit kita bisa menggugurkan dosa-dosa, mendekatkan kita kepada Allah. Lebih banyak ingat mati dan bersyukur atas nikmat kesehatan yang ternyata tidak mudah untuk disyukuri. Juga jadi bahan evaluasi sebab penyakit ini datang. Istirahat dan makan yang tidak teratur? Atau stres? Sambil istirahat sakit, pertanyaan-pertanyaan ini harus dicari jawabannya dan diantisipasi agar tidak terjadi lagi. Tentu sambil menggali hikmah sakit yang ternyata baru kelihatan di akhir-akhir. Ya Allah, berikanlah kesembuhan yang tiada lagi sakit setelahnya buat kami semua, khususnya buat yang sudah mau membaca sampai akhir tulisan ini :)

By the way, selamat menjalankan ibadah shaum Ramadhan, semoga Allah Menerima semua amal ibadah kita di bulan suci ini dan menjadikan kita golongan orang-orang yang bertakwa. Aamiin :)

Source: http://img.xcitefun.net

Tagged with:
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>