Source: www.bows-n-ties.com

Jika saja dasi busana laki-laki dipasang seperti dasi zaman sekolah, tentu caranya sederhana sekali. Tidak dibutuhkan keterampilan membuat simpul dasi, cukup dikasih karet kain yang elastis untuk bisa dipakai. Tapi jelas hasilnya kurang rapi dan sangat tidak elegan, bukan?

Nah, kita sebagai laki-laki hendaknya bisa membuat simpul dasi, karena cepat atau lambat kita akan menggunakannya agar nampak gentleman untuk dipakai sebagai pakaian formal. Bersama setelan jas dan bawahan, kombinasi ini bisa digunakan untuk berbagai acara, mulai dari wisuda, resepsi pernikahan, kerja kantoran, sampai pertemuan bisnis. Istri juga bisa mempelajari caranya agar bisa memakaikan dasi suami. But still, unless a man is lazy enough to wear it by himself, he should learn how to tie it.

Beruntung ada situs Tie-e-Tie.net yang memberikan tutorial gambar dan video yang mudah diikuti. Ternyata ada lebih dari satu cara untuk membuat simpul dasi, yakni Windsor Knot, Half Windsor Knot, Four in Hand Knot, dan Pratt Knot. Dari keempat cara itu, Windsor Knot yang menghasilkan simpul paling ‘formal’ dan simpul yang paling mudah dibentuk. Setelah saya coba, ketiga simpul yang lain memang lebih sulit untuk menghasilkan ikatan serapi Windsor dalam waktu singkat. Hehe, ini alasan saya saja karena belum biasa, silakan lho dicoba kalau ternyata ada yang lebih gampang.

Selain cara mengikat dasi, ada pula tips berbusana untuk wawancara kerja (first impression lasts!). Dan yang lebih menarik, ada kode berpakaian ala black tie, yakni tuksedo untuk pesta malam (evening dress code) dan ‘white tie’ untuk acara yang lebih resmi seperti jamuan kenegaraan atau kerajaan (Inggris?). ‘White tie’ ini banyak kita saksikan di film-film atau pertunjukan orkestra.

White Tie (Source: www.tie-a-tie.net)

Walaupun saya belum pernah menggunakan kedua dress codeĀ  ini secara lengkap dari ujung kepala sampai kaki, tapi perlu ditangkap sense of classy nya agar terinspirasi jika nanti saya diundang makan malam oleh Ratu Inggris. Atau mengajak istri nonton konser musik klasik dilanjutkan dengan ballroom dance. Tentang penggunaan, lebih baik sewa saja setelan ini daripada pesan sendiri. Mahal dan mubadzir karena jarang dipakai. Kecuali kalau berprofesi sebagai protokoler kerajaan atau konduktor musik, kali ya.

Topi Windsor (Windsor Cap)

Entah bagaimana hubungannya, ada jenis topi yang juga menggunakan nama Windsor, sama seperti nama simpul dasi. Mungkin ada hubungannya dengan asal mula pemakaiannya di Inggris Utara atau Skotlandia. Istilah lain Windsor Cap adalah flat cap, ivy cap, newsboy cap (karena dulu di Amrik yang pakai anak-anak penjual koran). Kalau di-Indonesia-kan, selain nama-nama asing itu, ada juga nama lainnya, yaitu ‘topi copet’. Mungkin karena lihat di film The Quest (Van Damme), semua copet pakai topi model ini. Nggak asik banget ya namanya, nanti kalau dipakai di jalan, orang-orang udah curiga duluan karena disangka mau maling dompet.

Model ini cukup asik buat gaya casual atau setengah formal, tergantung warna, model, dan bahannya. Yang jelas, nggak standar atau terlalu umum seperti baseball cap, yang kadang nggak pas dengan model pakaian atau suasana. Kalau pandai memadu padankan, topi copet dan busana yang dikenakan bisa memberikan kesan classy. Boleh dong, gaya sambil nyopet. Nyopet ruang di hatimuuu…

Anyway, daripada saya berbusa-busa menjelaskan, saya minta saudara Brad Pitt untuk memperagakannya agar lebih meyakinkan. Ciao!

Source: www.standard.co.uk

Source: flickr.com

Source: thesun.co.uk

Tagged with:
 

5 Responses to Dasi dan Topi Windsor

  1. luthfi says:

    bang Brad emang keren,,,

  2. Agung says:

    @luthfi: Baru ketemu yang manggil ‘abang’ ke Brad Pitt.

  3. nova says:

    Baru tau namanya windsor knot.

  4. Agung says:

    @nova: Lho, orang Inggris kok nggak tahu Windsor? Payakumbuh kan cuma dua jam dari London #eh

  5. nova says:

    Ngeledekkk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>