Saya bukan bike mania yang senang bongkar pasang dan oprek sepeda sana sini. Selain karena merasa cukup dengan Polygon yang sudah ada sebagai road bike, duitnya sayang untuk disumbangin ke sepeda. Selain karena nggak murah, saya juga belum segitunya menekuni hobi bersepeda. Fungsi sepeda ‘cuma’ sesekali bike to work, menempuh jarak dekat, dan pastinya, sepedaan di car free day.

Source: http://id.polygoncycle.com

Kalau sudah keranjingan hobi sepeda, touring dan kotor-kotoran offroad kayanya jadi menu wajib. Pastinya jadi terdorong untuk upgrade sepeda terus biar makin nyaman dan handal di berbagai medan (dan lomba?). Belum cukup sampai situ, karena nggak ada sepeda yang bisa memuaskan semua kebutuhan. Bisa-bisa pengen mengoleksi city bike (road bike), folding bike (sepeda lipat), mountain bike (MTB), uphill bike, downhill bike, dan bike-bike lainnya (kids bike?). And my friend, the list goes on.

Enak banget sejak bayi udah sepedaan. Source: http://esellerpro.com

Untungnya, ada tipe sepeda yang namanya hybrid bike. Idenya adalah sepeda yang dapat menjadi road bike dan MTB sekaligus. Coba simak kelebihannya (dari Wikipedia):

Hybrids typically borrow the flat, straight handlebars and upright seating posture of a mountain bike, which many beginning bicyclists find comfortable and intuitive. Hybrids also employ the lighter weight, thinner wheels and smooth tires of road bikes, allowing for greater speed and less exertion when riding on pavement. Hybrid bikes often have places to mount racks and bags for transporting belongings, much like a touring bike.

Simak juga ulasan dari B2W Indonesia soal kelebihan hybrid bike untuk bike to work.

Jadi, cocok untuk bike to work (dan day to day operation) lalu di akhir pekan, kalau niat, bisa dibawa offroad. Salah satu yang tipe yang paling ekonomis adalah Polygon Heist. Tipe 1.0 yang dirilis beberapa tahun lalu bisa dibeli dengan harga kurang dari 1,5 juta, yakni seharga entry level sepeda MTB, bukan? Yang lebih mahal? Buanyakk. Namun bagi yang kita-kita yang price sensitive, harga segitu sudah cukup murah untuk menjajal performa sepeda dua dunia ini.

Source: http://id.polygoncycle.com

Mengapa tiba-tiba kepikiran sepeda hybrid? Layaknya sepeda MTB pada umumnya, hampir semua ban MTB bergerigi. Cocok sih untuk menggilas tanah becek (nggak licin), tapi kalau di aspal? Alamak, berat betul! Berhubung newbie, misteri ini baru saya pecahkan setelah beberapa waktu merasa bersepeda ke kantor dan di hari minggu itu melelahkan. Berat di genjotan, dan berat di hati karena kesalip orang terus. Masih mending sepeda balap, ini kesalip sepeda lipat (seli)! Something wrong nih, di sepeda gue…

Lalu saya putuskan, tersangkanya tak lain dan tak bukan adalah ban. Saya akui, bahwa penilaian kita membeli sepeda seringkali pada frame dan ukurannya, apakah cocok dengan tinggi badan dan tidak lelah dikendarai. Oke, paintjob nya juga penting. Tapi ternyata pertimbangan ban tidak bisa dikesampingkan. Bayangkan, bagian sepeda yang menyentuh jalan dan diputar berjuta-juta kali adalah ban, bukan? Bagian yang bergesekan dengan aspal/tanah ini sangat menentukan karir kita bersepeda. Cepat dan melelahkan atau lama dan menyenangkan.

Kesimpulannya? Ban MTB nggak cocok untuk on road (hello??). See, how newbie I am. Maka saya ganti ban bawaan Polygon dengan ban on road Maxxis. Merk ini memang bagus, demikian saran penjualnya. Dan…voila! Memang betul, jauh rasanya bersepeda dengan ban aspal daripada ban gunung. Saya merasakan bahwa hukum fisika tidak bohong di bab karet ban dan aspal. Laju sepeda lebih ngacir dibanding sebelumnya, dan tentu saja, rasa lelah berkurang drastis. Bulan berganti bulan, ternyata (lagi-lagi) kesimpulan saya terlalu prematur, sodara-sodara.

Ada sepeda lain, selain sepeda balap, yang bisa mengalahkan ban onroad ini. Jreng-jreng! Apalagi kalau bukan ban onroad dengan diameter lebih besar (dan lebar lebih tipis)! Olala, tentu saja! Betapa naifnya saya, kalau bicara MTB memang standar bannya adalah ukuran 26. Namun, ada tipe sepeda, yakni hybrid tadi, yang ukuran bannya lebih besar, yakni 29 (umumnya dicantumkan 700C). Pantas beberapa kali saya disalip oleh sepeda dengan diameter ban yang lebih besar. Saya tidak ngeh kalau itu sepeda hybrid, yang saya tahu itu sepeda impor karena merknya bukan lokal. So, sepeda impor pasti out of budget, dan saya tidak berminat merogoh kocek sebanyak itu. Eh, ternyata ada sepeda hybrid Polygon dengan harga terjangkau. Memang merk sepeda lokal yang satu ini sangat membanggakan!

Oya, sepeda fixie memang dilengkapi ban ukuran 29, tapi kelemahannya ada pada ketiadaan persenelingnya (derailleur). Satu gir cukup oke untuk jalanan datar. Namun di Indonesia ini begitu banyak tanjakan dan turunan. Saya tidak mau pingsan konyol karena terengah-engah mendaki tanjakan dengan satu gir itu. Lagipula, fixie tidak bisa dibawa offroad, cukup jalan-jalan di kota saja.

Pertanyaannya, apa saya mau menukar sepeda lama saya dengan, let’s say, Polygon Heist 1.0? Lebih ngacir dan lebih cocok untuk jarak jauh, lho. Mungkin lebih nyaman untuk bike to work. Ada user group nya pula di Kaskus, jadi bisa sharing kalau butuh bantuan dan rekomendasi. Ya, juga bisa touring atau gathering. Well, sebelum keputusan diambil harusnya bisa test drive dulu, ya. I wonder, siapa temen yang punya Heist dan bisa dipinjam sepedanya untuk iseng menjajal Jakarta-Bandung lewat Puncak? Ahaha, don’t worry, I’m not that crazy. Yet. Anyway, kalau sampeyan punya temen yang memenuhi syarat di atas atau minat dengan Polygon Broadway saya, just let me know ;)

Tagged with:
 

15 Responses to Sepeda Hybrid: Polygon Heist, Anyone?

  1. ardita says:

    jadi jalan-jalan ke blognya nih kang :D
    keren banget isinya, informatif sekali (sangat beda jauh dengan isi blog saya -,-)

    saya punya sepeda, polygon monarch 2.0, biasa dipake sepedaan muter-muter sekitar kosan/rumah aja, atau untuk sekedar ke supermarket terdekat. Untuk on road memang berat, harus ganti ban yang lebih tipis dan ringan. Apalagi untuk jalur jakarta-bandung lewat puncak, gempor kayaknya, hehe. Dan berencana bike to work.

    Semoga semakin banyak pengguna sepeda sebagai alat transportasi. Jadi fasilitasnya makin nyaman dan aman, bisa jadi lifestyle sehat dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor juga. semogaa.

  2. Agung says:

    @Dita: Rajin nih, malem-malem masih jalan2 :) Makasih, campur2 aja lah, biar pembaca memutuskan mana fakta mana opini :p

    Pastinya, Monarch masuknya MTB, standar bannya offroad. Coba deh balapan ama seli yang bannya onroad. Dijamin makan hati :p
    Jangan coba2 ke rute Puncak itu ya, nanti pulang tinggal sepedanya aja. Orangnya udah naik bis.

    Betul, kalo di Belanda bahkan pesepeda dikasih prioritas kalo di jalan. Saya salutnya sama orang2 yang B2W yg kantornya di Jakarta, dan rumahnya jauh2. Idealis banget. Cuma ya itu, satu orang satu sepeda, kalo mau nganter2 jadi nggak mungkin.

  3. luthfi says:

    perkembangan sepeda dari masa ke masa semakin keren-keren dan harganya juga semakin menguras kantong.hehhe

  4. Agung says:

    @luthfi: tenang, yang ini masih entry level :)

  5. Jack says:

    Om pake broadway ? Ya wajar berat ! Broadwat itu entry-level fullsus.. Jadi Bobbing nya itu besar bro !

  6. Pulung Agus Wijaya says:

    Saya di Jawa timur,,,Ada Heist 1.0 mau saya jual ato tuker2 juga gpp,,,,
    Lw minat sms gan,,,,,,,,,,
    085336186559

  7. awal says:

    jadi yakin mo cari Hybrid.. nunggu THR dulu. :)

  8. rahma says:

    Wah saya juga mau nih nyobain bike to work, dan sedang mencari sepeda yang cocok. Lokasi tempat tinggal dan kantor sekitar 5 km, dengan kondisi jalan penuh, padat, banyak polisi tidur, bergeronjal, dan jalan sempit, tapi juga kalau udah agak mendekati kantor jalan raya besar dan lebar serta mulus. sepertinya si pakai sepeda hybrid ini cocok ya untuk perjalanan ke kantor…

  9. Agung says:

    @rahma: Silakan dicoba, semoga cocok ;)

  10. mahadwi says:

    gan,,, bahas juga tentang modifikasi polygon heist 1.0,, biar tambah ganteng gitu,, :D

  11. ahmad says:

    saya punya sepeda everbest mtb tapi framenya kayak frame road bike dan bannya atau wheelsetnya mau saya ganti yang semula ban ukuran 26×2,35 mau ganti ke ban 700c apakah bisa gan mohon penjelasannya soalnya ane newbie

  12. ahmad says:

    tolong balas ke facebook ane ahmed al badrus

  13. irwan says:

    hai salam kenal..
    saya goweser pemula( newbie ), ceritanya tdk jauh yang saya alami.. sayabaru seminggu beli sepeda xtrada 6 polygon.. tadi nya sya pesen heist 5, brhubung indent lama akhrnya saya di arahkan xtrada 6, kebutuhan saya hanya untuk olah ragadi sekiar komplek dan cfd.. yang saya rasakan di xtrada 6, berat kalo di jalan aspal.. beda jauh dengan yg punya teman yg type hybrid..
    yang jd pertanyaan, apakah kalo di ganti ban makiss akan terasa enteng dan aman gan ? ( soal nya toko juga menyarankan ) ttapi di pihak polygon nya tidak merekomendasi kan .. haduh jadi bingung saya ?
    trmakasih gan..

  14. FaustoX says:

    I must say you have hi quality articles here. Your posts can go viral.
    You need initial traffic only. How to get massive traffic?
    Search for; Murgrabia’s tools go viral

  15. FirstKlara says:

    I see you don’t monetize your website, don’t waste
    your traffic, you can earn additional bucks every month because you’ve got high quality content.
    If you want to know how to make extra money, search for: Boorfe’s tips best adsense
    alternative

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>